Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

Dekan FKM Untad Prof Rosmala Nur Sampaikan Klarifikasi Terkait Insiden Wawancara, Tegaskan Terbuka pada Kerja Profesional Jurnalistik

137
×

Dekan FKM Untad Prof Rosmala Nur Sampaikan Klarifikasi Terkait Insiden Wawancara, Tegaskan Terbuka pada Kerja Profesional Jurnalistik

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

PALU — Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Tadulako (Untad) Palu, Prof. Dr. Rosmala Nur, S.KM., M.Si., akhirnya angkat bicara sekaligus menyampaikan klarifikasi terbuka mengenai dinamika dan pemberitaan interaksinya dengan seorang wartawan Radar Sulteng yang terjadi pada Rabu, 16 September 2026 lalu.

Dalam sesi jumpa pers yang digelar di ruang rapat gedung FKM Untad pada Sabtu (26/9/2026), Prof. Rosmala Nur menyatakan rasa hormat yang mendalam terhadap profesi jurnalistik. Ia menegaskan sama sekali tidak memiliki niat sedikit pun untuk merendahkan, menghalangi, maupun melecehkan tugas mulia awak media.

Example 300x600

Didampingi para wakil dekan, ketua prodi, dan sekretaris dekan, Prof. Rosmala menjelaskan bahwa sikap serta perkataannya saat insiden tersebut murni merupakan reaksi spontan akibat merasa terkejut dengan situasi yang datang secara tiba-tiba tanpa ada janji temu sebelumnya.

“Dalam situasi yang serba mendadak tersebut muncul rasa kaget, takut, dan tidak aman secara personal, apalagi saya perempuan,” ungkap Prof. Rosmala di hadapan para awak media.

Kronologi dan Alasan Reaksi Spontan

Ia memaparkan, peristiwa itu bermula persis setelah dirinya selesai memimpin rapat evaluasi program Berani Magaya serta pembagian Alat Pelindung Diri (APD) bersama jajaran dosen dan mahasiswa. Ketika melangkah keluar ruangan, ia merasa dihadang secara mendadak oleh seseorang yang langsung menyodorkan telepon seluler ke arah wajahnya untuk keperluan wawancara.

Karena diliputi rasa kaget dan tidak siap secara personal, ia memilih kembali masuk ke dalam ruang rapat demi mengamankan diri. Namun, wartawan tersebut tetap mengejarnya hingga merangsek masuk ke dalam ruang rapat yang kala itu tengah dihadiri oleh dosen dan mahasiswa. Situasi tersebut membuatnya merasa ruang privasinya diabaikan.

Selain itu, Prof. Rosmala menyebut pernyataan spontannya saat itu muncul karena merasa terdesak dan seolah-olah dihakimi perihal isu pembebanan biaya APD kepada mahasiswa. Padahal, ia menegaskan bahwa sejak awal penerjunan lapangan, seluruh APD dibagikan secara gratis kepada mahasiswa.

Meski demikian, ia memastikan bahwa dirinya sangat terbuka terhadap kerja-kerja jurnalistik asalkan dilakukan secara profesional dengan tetap memegang etika serta menghormati privasi narasumber.

“Seandainya para wartawan datang secara profesional, memperlihatkan kartu wartawannya, serta menjaga hak privasi saya, apalagi saya perempuan, maka sebagai manusia biasa saya juga akan sangat terbuka dan kekeluargaan menerima rekan-rekan semuanya,” jelasnya.

Sepakat Berdamai dan Selesaikan Masalah Secara Kekeluargaan

Dalam kesempatan yang sama, Prof. Rosmala mengungkapkan bahwa dirinya telah menjalin pertemuan secara langsung dengan wartawan yang bersangkutan didampingi kuasa hukum. Pertemuan tersebut berlangsung hangat, santai, dan menghasilkan kesepahaman bersama bahwa permasalahan ini cukup diselesaikan melalui klarifikasi dan pembaruan informasi.

Sebagai bentuk kedekatan emosional, ia bahkan sempat mengirimkan pesan melalui aplikasi WhatsApp kepada sang wartawan. Pesan tersebut, kata dia, murni dilandasi ketulusan seorang ibu kepada anaknya agar senantiasa berhati-hati dalam bertindak.

“Sebagai seorang ibu hanya bisa menasihati, harus hati-hati dalam setiap langkah-langkah,” tuturnya.

Melalui penjelasan komprehensif ini, Prof. Rosmala berharap publik dan berbagai pihak dapat memahami duduk perkara yang sebenarnya, sekaligus memulihkan hubungan baik antara institusi akademis Universitas Tadulako dan insan pers di Sulawesi Tengah.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *