PALU — Pengakuan mengejutkan mendadak viral di tengah masyarakat menyusul insiden kecelakaan laut yang menimpa rombongan wisatawan mancanegara asal Belanda di perairan Teluk Tomini. Noval, salah satu anak buah kapal (ABK) yang berhasil lolos dari maut, membeberkan detik-detik menegangkan saat kapal yang mereka tumpangi mengalami kerusakan fatal hingga akhirnya tenggelam.
Berdasarkan kesaksian Noval, petaka tersebut bermula ketika rombongan akan menuju ke Marisa, Gorontalo dari Sanctum Resort di Pulau Una-Una pada pagi hari, sekitar pukul 08.00 atau 09.00 WITA.
Namun, situasi mendadak berubah menjadi mimpi buruk ketika speedboat yang mereka naiki mendadak mati mesin lalu kemasukan air laut. Lambung kapal dengan cepat kehilangan keseimbangan hingga akhirnya tenggelam di tengah hantaman ombak.
Di tengah situasi yang panik dan mencekam, Noval menyebutkan bahwa sang nakhoda atau rekan sesama kru sempat mengambil keputusan darurat untuk meninggalkan para penumpang demi mencari pertolongan secepatnya. Kru tersebut nekat berenang seorang diri menuju arah rumpon yang lokasinya berada tidak jauh dari posisi mereka, mengingat ada seorang nelayan lokal yang sedang beraktivitas di dekat kapal besar di area tersebut.
“Itu adalah kali terakhir saya melihat teman saya, mungkin kapten speedboat,” ungkap Noval mengenang momen perpisahan penuh haru di tengah lautan lepas.
Kesaksian dramatis ini sekaligus memperjelas kepingan kronologi sebelum akhirnya Tim SAR Gabungan berhasil menemukan kesebelas wisatawan asing asal Belanda bersama awak kapal lainnya dalam kondisi selamat. Sementara itu, hingga kini operasi pencarian intensif terhadap sang nakhoda terus digenjot oleh tim penyelamat gabungan.(gio)






